Selasa, 05 Agustus 2014

Origami Hati


Seharusnya kubiarkan saja kertas itu kosong dan tidak berbentuk jika setelah menjadi origami hati dia harus tersingkirkan, tak dianggap, tak diharapkan dan tenggelam dalam kesepian.

Maaf

Malam ini terasa dingin, hujan deras sudah dengan puas mengguyur daerah ini. Secangkir cokelat panas yang baru saja kubuat rasanya mendingin dengan cepat. Aku menerawang, saat seperti ini memang selalu berhasil mengajakku berlari dalam dunia khayalku yang penuh dengan kenangan bersamamu. Iya, kamu yang seharusnya tak perlu hadir dalam hidupku, kamu yang seharusnya tak perlu mengenalku.

Sejak awal pertemuan kita, rasa nyaman itu telah hadir. Kamu dengan kulitmu yang kecoklatan, senyum yang mendamaikan dan mata yang meneduhkan mampu mengalihkan perhatianku. Tapi saat itu semuanya tidak tepat, aku dan kamu sama-sama telah ada yang memiliki. Tak beberapa lama setelah kita kenal, hubunganku dengannya kandas. Aku hancur menjadi berkeping-keping karena kejadian itu. Dan ketika itu kamulah yang selalu ada untukku. Aku tau kamu menyimpan ketertarikan padaku, tapi aku sendiri belum yakin dengan perasaanku, disamping itu kau masih bersamanya. Aku takut dan tidak mau jika harus menjadi orang ketiga dalam hubungan kalian. Karena itulah aku bersikap dingin dan super duper cuek menghadapi semua perhatianmu.

Andai kau tau, dibalik semua sikapku yang mungkin menurutmu jahat, aku selalu memperhatikanmu tanpa berani menunjukkan perhatianku itu. Aku selalu memperhatikanmu lewat semua update statusmu di media sosial. Aku juga selalu mengupdate statusku berharap kau akan memberi komentar dan kita bisa sekedar berbicara lewatnya. Tanpa kau tau aku selalu berharap dapat berbincang denganmu, aku selalu bahagia ketika kau memperhatikanku, bahkan aku terharu melihat bagaimana kau memperhatikanku.

Sebulan yang lalu, terakhir kita bertemu ketika kita mengikuti camp selama seminggu, aku sangat bahagia bisa berada di tim yang sama denganmu. Dan aku tahu kau juga merasakan hal yang sama. Ketika itu semua terasa indah. Andaikan waktu bisa berhenti, aku ingin terus bisa berada disampingmu seperti ketika itu. Tapi waktu memang kejam, dia tak akan pernah perduli dengan apapun dan siapapun, yang dia tau dia akan terus berjalan tanpa ada yang bisa menghentikannya.

Sebelum camp itu berakhir, aku menyadari semuanya. Aku tak seharusnya menanggapi semua perasaanmu dan semua perhatianmu kalau aku tidak ingin disebut orang ketiga, orang pengrusak hubungan orang lain. Karena itulah aku melakukan hal yang sejujurnya aku tak mampu melakukannya padamu. Tapi memang ini yang  harus aku lakukan.

“kamu cuma teman untukku, tapi kamu teman terbaikku” kata-kata itu yang keluar ketika kamu menanyakan perasaanku padamu. Aku melihat sorot mata teduhmu menjadi kosong dan hampa walaupun bibirmu melukiskan senyuman dan melontarkan candaan untuk mengalihkan pembicaraan. Mungkin hatimu akan sakit, tapi ini lebih baik. Kamu bisa mengembalikan hatimu seluruhnya dan seutuhnya untuk kekasihmu dan melupakanku.

Setelah kejadian itu kita tak lagi sering bertemu, frekuensi perhatianmu juga berkurang. Aku tahu ini akan terjadi. Jujur aku merindukanmu, merindukan semua perhatianmu. Tapi, ini lebih baik daripada aku membuatmu lebih tersiksa dengan semua sikapku yang seolah-olah tak menginginkanmu ada disisiku. Padahal yang kurasakan sebaliknya.

Tahukah kamu, aku juga sakit ketika mengatakan hal itu. Tapi kata-kata itu, aku berharap itu bisa terjadi, kita bisa terus berteman, menjadi teman baik. Semoga....

Maafkan aku, yang telah lancang menggengam tanganmu. Maafkan aku yang telah hadir dalam hidupmu dan memporak-porandakan perasaanmu. Maafkan aku yang yang bersikap jahat padamu. Maafkan aku karena aku menyayangimu.

Lamunanku membawaku jauh mengenangmu, mengenang genggaman hangat tanganmu, mengenang senyum manismu, mengenang mata teduhmu, mengenang canda tawa kita yang mungkin tak akan lagi terjadi.

harapanku


Minggu, 06 Juli 2014

Kita memang telah lama tak bersua, akupun merindukan kehadiranmu.
Malam ini kamu menghampiriku, aku menikmati kehadiranmu yang mendekapku dalam dingin. Hujan. :)

Jumat, 06 Juni 2014

Doa 'Bintang'

"Ya Allah sembuhkanlah Bintang, agar Bintang bisa melihat mama, papa, kakek, nenek, dan semua kebesaranMu. Kabulkan doa Bintang Ya Allah. Amin."

Kata-kata dari seorang malaikat kecil ini mampu membuat semua orang di mobil terdiam dan menitikkan air mata. Betapa tersayatnya hati ini ketika mendengar doa nan polos dan penuh dengan ketulusan itu keluar dari mulut seorang bocah kecil yang usianya belum genap 5 tahun.

Bintang namanya, dia anak seorang Narasumber ditempatku bekerja.
Ya, Bintang memang seorang tunanetra, dan itu terjadi sejak Bintang masih bayi.
Kalau menurut penuturan orang tua nya, Bintang bisa seperti itu karena terlahir prematur, semua usaha telah dilakukan oleh kedua orangtuanya untuk mencegah kebutaan Bintang, mulai dari Rumah Sakit di Surabaya sampai ke Rumah Sakit Mata terbaik di Bandung. Usaha kedua orang tua Bintang tak pernah putus demi putra tersayang mereka. Mereka juga rela jika harus mendonorkan mata mereka asalkan Bintang bisa melihat. Tapi Tuhan berkata lain, Bintang harus menerima keadaan bahwa dia tidak bisa melihat.

"Tuhan tidak akan memberi cobaan yang melebihi kemampuan manusia" dan itu memang benar adanya. Dengan ketegaran dan kesungguhan yang hebat dari kedua orang tuanya dan juga semangat yang selalu diberikan untuk Bintang, Bintang tumbuh menjadi anak yang hebat, anak yang pandai, lincah dan ceria. Tak seperti anak pada umumnya, daya ingat dan daya tangkap Bintang sangat cepat untuk ukuran anak seusia itu. Suaranya sangat merdu ketika menyanyikan lagu Koes Plus favoritnya. Dibalik kekurangan selalu ada kelebihan, kata-kata itu juga tepat untuk Bintang.

Melihat Bintang, yang bisa tetap semangat memacu semangatku juga untuk terus melakukan yang terbaik untukku ataupun untuk orang lain. Dan juga mengingatkanku agar lebih bersyukur atas apa yang telah Allah SWT berikan kepadaku.
Aku juga ingin berdoa untuk Bintang, "Ya Allah semoga Bintang bisa menjadi anak yang pintar, anak yang hebat , anak yang sholeh seperti yang selalu Bintang serukan dengan penuh semangat setiap hari. Dan kabulkanlah doa tulus Bintang. Amin."

Teruntuk Bintang, Selalu Semangat dan Jangan Pernah Putus Asa
Jadilah Bintang yang sangat indah dan selalu bersinar.

Rabu, 04 Juni 2014

Cinta Platonis

Apakah cinta platonis itu??
gak tau kenapa tiba-tiba pengen bahas ini, mungkin saya sedang mengalaminya?? hhehehe,,,

Dari banyak sumber yang saya baca, banyak sekali pengartian cinta platonis dan berbeda-beda pula.
Ada yang bilang kata cinta platonis ini diperoleh dari seorang filsuf Yunani yang bernama Plato.
Ceritanya, menurut Plato cinta itu merupakan sesuatu yang suci dan sempurna. Dan sesuatu yang sempurna itu hanya ada dalam dunia angan, karena dalam dunia nyata tak ada kata sempurna.Kalau cinta itu diungkapkan maka itu bukan lagi cinta yang suci dan sempurna. Jadi Cinta platonis itu adalah cinta sempurna yang hanya ada diangan-angan setiap manusia. Pada prinsipnya cinta platonis itu adalah mencintai dalam diam, mencintai dengan tulus tanpa mengungkapkan bahwa kamu mencintainya dan tanpa mengharapkan balasan atas perasaan cintamu.

Kalau dari novel yang saya baca Cinta Platonis itu adalah cinta yang mengalir begitu saja, walau tidak ada keterikatan ataupun kejelasan status (pacar misal).

Intinya sih sama, Cinta Platonis itu adalah Cinta yang hanya ada dalam pemikiran manusia, tak terucap, cinta dalam diam, cinta dalam hati.

itu definisi Cinta Platonis yang saya tau, mungkin ada yang punya pendapat lain mengenai cinta platonis ini??

Senin, 02 Juni 2014

Dwitasari :): Mungkin, aku terlalu berharap banyak

Dwitasari :): Mungkin, aku terlalu berharap banyak: Rasanya semua terjadi begitu cepat, kita berkenalan lalu tiba-tiba merasakan perasaan yang aneh. Setiap hari rasanya berbeda dan tak lagi s...

Minggu, 01 Juni 2014

Hai, teman...

Hai teman, apa kabarmu?
Rasanya lama sudah kita tak lagi bertemu, ngobrol, bersenda gurau, dan bertengkar kecil seperti dulu. Setelah kejadian itu semua menjadi abu-abu, aku tak lagi bisa mengenalimu.
Kejadian dimana kau memberi kekecewaan dan sakit hati yang terlalu dalam untukku, tak pernah kusangka kau akan setega itu padaku. menghacurkan mimpi terindahku, memberi harapan palsu kepada suatu hal yang baru kali ini benar-benar aku inginkan, dan aku impikan. Kejadian itu memang sudah sebulan yang lalu, tapi kalau dibilang masih marah, ya memang aku masih sebel sama kamu, tak pernah ada kata maaf sedikitpun darimu, bahkan untuk merasa bersalah pun kelihatannya kamu tidak. Tapi walau sebel, aku kangen sama kamu. Aku merindukan masa-masa dulu yang menyenangkan. 
Aku tak tahu bagaimana kamu bisa berubah sedrastis itu. tapi belakangan aku dengar ternyata kamu sedang mendekati teman kerjamu. Aku rasa itulah yang membuat sikapmu berubah kepadaku dan kepada teman-teman yang lain. Kamu seakan menjaga jarak dari kami. Maklum lah, mungkin kamu malu punya banyak teman wanita, takut dikira playboy atau takut dikecengin gara-gara mainnya sama cewek-cewek.
Baiklah aku dan teman-teman memaklumi itu semua, tapi teman, tak bisakah kamu sedikit saja merubah sikapmu. menjadi kamu yang dulu, kamu yang cuek, menyenangkan, menyebalkan, dan kamu aku dan kami rindukan.
Semoga kamu berbahagia teman, semoga kamu selalu sukses.

Kamis, 22 Mei 2014

Akhir di Maret



Malam ini aku duduk tertegun di samping jendela, memandangi titik hujan yang turun menyapa. Ditanganku ada boneka lucu berwarna coklat, salah satu karakter dalam sosmed yang sedang terkenal belakangan ini. Perasaanku campur aduk saat ini, boneka berwarna coklat ini sudah berhias lengkap dengan atribut wisuda, beberapa kertas juga sudah berserakan di sampingnya gara-gara tulisan-tulisan ucapan yang tidak pernah pas menurutku. Aku membuat ini semua untukmu, ya kamu, kamu yang belakangan ini selalu berputar-putar dalam pikiranku, selalu mampir dalam mimpiku.
Aku sendiri bingung kenapa sesulit ini menyiapkan hadiah untukmu, padahal untuk orang lain tidak. Mungkin karena benih perasaan yang tanpa sengaja kau tanam saat kita bertemu di KKN tahun lalu, benih itu tumbuh subur dihatiku, dihati orang yang salah, orang yang tak seharusnya menyukaimu. Entah bagaimana perasaan ini tumbuh, padahal kamu itu tipe orang yang tidak jelas, kamu kadang bisa bersikap sangat baik, sangat perhatian melebihi perhatian dari seorang teman, tapi terkadang sikapmu juga bisa sangat dingin padaku, karena itu pula aku menjulukimu “Mr.Moody”. Ketika kamu bersikap baik, kamu bisa jadi segalanya untukku, aku merasa nyaman didekatmu, aku suka melihat senyummu, senyum yang selalu kurindukkan ketika kita tak bertemu. 
Kamu datang ketika hatiku sedang sakit, sedang kosong dan hampa. Walaupun aku tak yakin pasti mengenai perasanmu padaku, tapi aku yakin kamu merasakan ada sesuatu padaku, sesuatu yang berhubungan denganmu. Mungkin karena itu pula belakangan ini kamu semakin dingin menghadapi semua perhatianku. Dan mungkin memang begitulah seharusnya. Kamu pasti tak mau dianggap merusak hubungan orang lain, hubunganku dengan kekasihku jika kamu menanggapi segala sikapku. Ya, aku sudah mempunyai kekasih, tapi aku menaruh perasaan kepada orang lain. Mungkin orang lain akan segera mengecamku jika mengetahuinya, tapi aku pun tidak tau kenapa dan bagaimana perasaan ini bisa ada. Yang aku tahu hanya aku memiliki perasaan ini untukmu dan untuk kekasihku.
Besok siang, di awal bulan maret ini kamu akan di wisuda menjadi sarjana pertanian seperti yang telah kamu impikan selama ini. Memberi pidato sebagai lulusan terbaik, dan membuat orangtuamu tersenyum bangga saat melihatmu di podium. Aku juga bahagia untukmu, karena itu ak menyiapkan kado ini dan juga secarik kertas ucapan. Tapi aku masih tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk memberimu penghargaan. Sempat terlintas untuk mengungkapkan segala peraasaanku yang selama ini kupendam, tapi kuurungkan niat itu karena aku takut kamu akan mengecamku seperti yang akan orang lain lakukan jika mengetahui ceritaku. Akhirnya hanya beberapa kalimat singkat yang kutuliskan di kertas berwarna biru ini, warna favoritmu.
Setelah ini kamu akan kembali ke kotamu, mengabdi dan berkarya untuk masyarakat seperti cita-citamu. Setelah ini mungkin kita juga tak akan pernah bertemu lagi, karena aku juga kan kembali kekotaku ketika aku lulus 3 bulan lagi.  Mengenai perasaan, entahlah, kita biarkan saja tidak jelas seperti ini. Aku tidak mengetahui perasaanmu dan begitu sebaliknya. Biarkan semua berjalan sesuai apa yang telah tertulis untuk hidup kita.

Untukmu Mr.Moody
Dari aku, orang yang tak seharusnya memiliki perasaan untukmu

Pertama dan semoga bukan yang terakhir

belakangan ini mulai suka menulis, walau belum sebagus tulisan temen-temen semua.
semoga tidak berakhir disini.