Minggu, 01 Juni 2014

Hai, teman...

Hai teman, apa kabarmu?
Rasanya lama sudah kita tak lagi bertemu, ngobrol, bersenda gurau, dan bertengkar kecil seperti dulu. Setelah kejadian itu semua menjadi abu-abu, aku tak lagi bisa mengenalimu.
Kejadian dimana kau memberi kekecewaan dan sakit hati yang terlalu dalam untukku, tak pernah kusangka kau akan setega itu padaku. menghacurkan mimpi terindahku, memberi harapan palsu kepada suatu hal yang baru kali ini benar-benar aku inginkan, dan aku impikan. Kejadian itu memang sudah sebulan yang lalu, tapi kalau dibilang masih marah, ya memang aku masih sebel sama kamu, tak pernah ada kata maaf sedikitpun darimu, bahkan untuk merasa bersalah pun kelihatannya kamu tidak. Tapi walau sebel, aku kangen sama kamu. Aku merindukan masa-masa dulu yang menyenangkan. 
Aku tak tahu bagaimana kamu bisa berubah sedrastis itu. tapi belakangan aku dengar ternyata kamu sedang mendekati teman kerjamu. Aku rasa itulah yang membuat sikapmu berubah kepadaku dan kepada teman-teman yang lain. Kamu seakan menjaga jarak dari kami. Maklum lah, mungkin kamu malu punya banyak teman wanita, takut dikira playboy atau takut dikecengin gara-gara mainnya sama cewek-cewek.
Baiklah aku dan teman-teman memaklumi itu semua, tapi teman, tak bisakah kamu sedikit saja merubah sikapmu. menjadi kamu yang dulu, kamu yang cuek, menyenangkan, menyebalkan, dan kamu aku dan kami rindukan.
Semoga kamu berbahagia teman, semoga kamu selalu sukses.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar