Kamis, 22 Mei 2014

Akhir di Maret



Malam ini aku duduk tertegun di samping jendela, memandangi titik hujan yang turun menyapa. Ditanganku ada boneka lucu berwarna coklat, salah satu karakter dalam sosmed yang sedang terkenal belakangan ini. Perasaanku campur aduk saat ini, boneka berwarna coklat ini sudah berhias lengkap dengan atribut wisuda, beberapa kertas juga sudah berserakan di sampingnya gara-gara tulisan-tulisan ucapan yang tidak pernah pas menurutku. Aku membuat ini semua untukmu, ya kamu, kamu yang belakangan ini selalu berputar-putar dalam pikiranku, selalu mampir dalam mimpiku.
Aku sendiri bingung kenapa sesulit ini menyiapkan hadiah untukmu, padahal untuk orang lain tidak. Mungkin karena benih perasaan yang tanpa sengaja kau tanam saat kita bertemu di KKN tahun lalu, benih itu tumbuh subur dihatiku, dihati orang yang salah, orang yang tak seharusnya menyukaimu. Entah bagaimana perasaan ini tumbuh, padahal kamu itu tipe orang yang tidak jelas, kamu kadang bisa bersikap sangat baik, sangat perhatian melebihi perhatian dari seorang teman, tapi terkadang sikapmu juga bisa sangat dingin padaku, karena itu pula aku menjulukimu “Mr.Moody”. Ketika kamu bersikap baik, kamu bisa jadi segalanya untukku, aku merasa nyaman didekatmu, aku suka melihat senyummu, senyum yang selalu kurindukkan ketika kita tak bertemu. 
Kamu datang ketika hatiku sedang sakit, sedang kosong dan hampa. Walaupun aku tak yakin pasti mengenai perasanmu padaku, tapi aku yakin kamu merasakan ada sesuatu padaku, sesuatu yang berhubungan denganmu. Mungkin karena itu pula belakangan ini kamu semakin dingin menghadapi semua perhatianku. Dan mungkin memang begitulah seharusnya. Kamu pasti tak mau dianggap merusak hubungan orang lain, hubunganku dengan kekasihku jika kamu menanggapi segala sikapku. Ya, aku sudah mempunyai kekasih, tapi aku menaruh perasaan kepada orang lain. Mungkin orang lain akan segera mengecamku jika mengetahuinya, tapi aku pun tidak tau kenapa dan bagaimana perasaan ini bisa ada. Yang aku tahu hanya aku memiliki perasaan ini untukmu dan untuk kekasihku.
Besok siang, di awal bulan maret ini kamu akan di wisuda menjadi sarjana pertanian seperti yang telah kamu impikan selama ini. Memberi pidato sebagai lulusan terbaik, dan membuat orangtuamu tersenyum bangga saat melihatmu di podium. Aku juga bahagia untukmu, karena itu ak menyiapkan kado ini dan juga secarik kertas ucapan. Tapi aku masih tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk memberimu penghargaan. Sempat terlintas untuk mengungkapkan segala peraasaanku yang selama ini kupendam, tapi kuurungkan niat itu karena aku takut kamu akan mengecamku seperti yang akan orang lain lakukan jika mengetahui ceritaku. Akhirnya hanya beberapa kalimat singkat yang kutuliskan di kertas berwarna biru ini, warna favoritmu.
Setelah ini kamu akan kembali ke kotamu, mengabdi dan berkarya untuk masyarakat seperti cita-citamu. Setelah ini mungkin kita juga tak akan pernah bertemu lagi, karena aku juga kan kembali kekotaku ketika aku lulus 3 bulan lagi.  Mengenai perasaan, entahlah, kita biarkan saja tidak jelas seperti ini. Aku tidak mengetahui perasaanmu dan begitu sebaliknya. Biarkan semua berjalan sesuai apa yang telah tertulis untuk hidup kita.

Untukmu Mr.Moody
Dari aku, orang yang tak seharusnya memiliki perasaan untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar