Malam ini
aku duduk tertegun di samping jendela, memandangi titik hujan yang turun menyapa.
Ditanganku ada boneka lucu berwarna coklat, salah satu karakter dalam sosmed
yang sedang terkenal belakangan ini. Perasaanku campur aduk saat ini, boneka
berwarna coklat ini sudah berhias lengkap dengan atribut wisuda, beberapa
kertas juga sudah berserakan di sampingnya gara-gara tulisan-tulisan ucapan
yang tidak pernah pas menurutku. Aku membuat ini semua untukmu, ya kamu, kamu
yang belakangan ini selalu berputar-putar dalam pikiranku, selalu mampir dalam
mimpiku.
Aku
sendiri bingung kenapa sesulit ini menyiapkan hadiah untukmu, padahal untuk
orang lain tidak. Mungkin karena benih perasaan yang tanpa sengaja kau tanam
saat kita bertemu di KKN tahun lalu, benih itu tumbuh subur dihatiku, dihati
orang yang salah, orang yang tak seharusnya menyukaimu. Entah bagaimana
perasaan ini tumbuh, padahal kamu itu tipe orang yang tidak jelas, kamu kadang
bisa bersikap sangat baik, sangat perhatian melebihi perhatian dari seorang
teman, tapi terkadang sikapmu juga bisa sangat dingin padaku, karena itu pula
aku menjulukimu “Mr.Moody”. Ketika kamu bersikap baik, kamu bisa jadi segalanya
untukku, aku merasa nyaman didekatmu, aku suka melihat senyummu, senyum yang
selalu kurindukkan ketika kita tak bertemu.
Kamu
datang ketika hatiku sedang sakit, sedang kosong dan hampa. Walaupun aku tak
yakin pasti mengenai perasanmu padaku, tapi aku yakin kamu merasakan ada
sesuatu padaku, sesuatu yang berhubungan denganmu. Mungkin karena itu pula
belakangan ini kamu semakin dingin menghadapi semua perhatianku. Dan mungkin
memang begitulah seharusnya. Kamu pasti tak mau dianggap merusak hubungan orang
lain, hubunganku dengan kekasihku jika kamu menanggapi segala sikapku. Ya, aku
sudah mempunyai kekasih, tapi aku menaruh perasaan kepada orang lain. Mungkin orang lain akan segera mengecamku jika mengetahuinya, tapi aku pun tidak tau kenapa dan bagaimana
perasaan ini bisa ada. Yang aku tahu hanya aku memiliki perasaan ini untukmu
dan untuk kekasihku.
Besok
siang, di awal bulan maret ini kamu akan di wisuda menjadi sarjana pertanian
seperti yang telah kamu impikan selama ini. Memberi pidato sebagai lulusan
terbaik, dan membuat orangtuamu tersenyum bangga saat melihatmu di podium. Aku
juga bahagia untukmu, karena itu ak menyiapkan kado ini dan juga secarik kertas
ucapan. Tapi aku masih tidak menemukan kata-kata yang tepat untuk memberimu
penghargaan. Sempat terlintas untuk mengungkapkan segala peraasaanku yang
selama ini kupendam, tapi kuurungkan niat itu karena aku takut kamu akan
mengecamku seperti yang akan orang lain lakukan jika mengetahui ceritaku.
Akhirnya hanya beberapa kalimat singkat yang kutuliskan di kertas berwarna biru
ini, warna favoritmu.
Setelah
ini kamu akan kembali ke kotamu, mengabdi dan berkarya untuk masyarakat seperti
cita-citamu. Setelah ini mungkin kita juga tak akan pernah bertemu lagi, karena
aku juga kan kembali kekotaku ketika aku lulus 3 bulan lagi. Mengenai perasaan, entahlah, kita biarkan
saja tidak jelas seperti ini. Aku tidak mengetahui perasaanmu dan begitu
sebaliknya. Biarkan semua berjalan sesuai apa yang telah tertulis untuk hidup
kita.
Untukmu Mr.Moody
Dari aku, orang yang tak
seharusnya memiliki perasaan untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar