Selasa, 12 Maret 2019

Kenapa (masih) kamu

"selamat ulang tahun ndul.
Semoga semua yang terbaik buat kamu, lancar semua urusannya, tercapai semua cita-citanya.
Dan maaf untuk semua kesalahan yg masih belum bisa termaafkan.
Happy Birthday"

Tepat tengah malah tiba-tiba chat itu terlihat di notifikasi ponselku.
Aku buka, dan hati ini bergetar membacanya, seakan ditusuk beribu jarum.
Kenapa harus kamu lagi.
Kenapa hanya kamu yg mengingat hari ini, yg memberiku selamat.
Bahkan mengirimkan kado untukku, walau tanpa nama pengirim aku tau itu kamu
Kenapa kamu harus menghancurkan aku lagi ketika kamu telah menjadi milik orang lain yg tak akan lagi pernah bisa aku gapai.
Hampir 2 tahun sudah sejak pernikahan mu kala itu. Aku pikir aku sudah baik-baik saja, karna aku sudah bisa tersakiti oleh orang lain. Aku pikir aku tak lagi punya rasa apapun ke kamu. Aku pikir aku sudah melupakan semua tentangmu.
Tapi hanya dengan satu chat ucapan dari mu. Rasanya duniaku bergejolak, semua kenangan kita seakan diputar ulang, dan perasaanku menjadi tak karuan.
Kenapa masih kamu yg menjadi alasanku menangis dengan dada sesak malam ini.
Sampai kapan?
Tolong bunuh saja perasaan ini.
Perasaan yang sia-sia.
Perasaan yang hanya akan terus menyakitiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar