Suasana dataran tinggi yang dingin bersama segelas coklat hangat, mampu membawa alam pikir ini melayang sejenak, merenungi semua obrolan-obrolan kecil kita selama ini.
Entah apa yang sebenarnya terjadi, aku pun tak paham dengan semua gejolak yang sedang terjadi di dalam hati ini.
Semula mendengar ceritamu tentang perempuan ini perempuan itu rasanya biasa saja, tapi mengapa semakin kesini aku semakin muak bahkan terlalu malas menanggapi cerita-ceritamu tentang wanita-wanita mu.
Mungkinkah aku cemburu? Mungkinkah aku juga punya rasa padamu?
Kalau boleh jujur, dulu sekali, ketika pertama kita saling mengenal aku memang menyukaimu, bukan karna parasmu tapi karna semua yang ada padamu begitu sempurna. Sayang ketika itu kamu telah ada yang memiliki, dan aku yang bukan siapa-siapa ini hanya bisa menjadi salah satu penggemar rahasiamu.
Entah bagaimana kita akhirnya bisa sedekat ini, walau hanya sebatas sahabat. Semua cerita bahkan aib, kita telah saling mengetahui. Dan itu adalah salah satu alasan yang pernah kamu ucapkan ketika kamu bilang tak akan pernah jatuh cinta padaku.
Kamu punya prinsip tak akan menyukai sahabatmu, itu hal yang sering kamu ucapkan. Dan itu yang semakin membuatku merasa kecil dihadapanmu, membuatku semakin tak berani untuk sekedar menumbuhkan rasa yang sekarang bahkan tak bisa lagi kukendalikan.
Kabar baik darimu seminggu yang lalu pun semakin membuatku tak berkutik. Aku merasa jarak kita semakin jauh.
Kamu terlalu sempurna untukku yang bukan apa-apa.
Pernah dan sering rasanya aku ingin mengatakan bahwa aku menyukaimu dan bersedia untuk selalu ada disisimu ketika kau mengeluhkan kisah-kisa asmaramu. Tapi, aku tak pernah berani melakukannya.
Aku takut semua akan berubah ketika kamu tau tentang perasaanku ini, bisa saja kita malah akan menjadi orang asing. Dan aku akan kehilangan orang yang benar-benar bisa menerimaku atas siapa aku apa adanya. Aku tak mau itu terjadi, aku tak mau kehilangan lagi.
Jadi, biarlah perasaan ini tetap kusimpan rapat.
Terus bersinarlah kamu di kejauhan, dan takkan pernah dapat ku gapai.
Berbahagialah jangan pernah takut, karna aku akan selalu ada disini untukmu.
Rabu, 27 Desember 2017
Tanpa Judul
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar