Pernah gagal dalam hubungan jangka panjang ternyata masih belum cukup memberi pelajaran pada si bodoh ini.
Padahal waktu yang pernah dihabiskan dulu sudah terlalu panjang dan terlalu banyak yang bisa dipelajari.
Bahkan kesalahan lain saat itu harusnya sudah bisa jadi bahan belajar juga.
Tapi apa yang dilakukan si bodoh ini beberapa hari yang lalu?
Yap, dia melakukan kebodohan lain.
Kebodohan yang entahlah disesali atau tidak, karena sampai saat ini pun dia masih mengingat semuanya dengan jelas.
Di sela ingatan itu, yang terbersit di pikirannya hanyalah "yaudahlahyaa..."
Padahal si bodoh ini jelas-jelas tau apa yang pihak itu inginkan dan pikirkan ketika itu.
Tapi karena si bodoh ini punya perasaan bodohnya itu, akhirnya dia hanya menerima semuanya. Selain karena sudah terjadi, si bodoh ini juga menyukai apa yang terjadi.
Apa ini hasrat sesaat? Perasaan yang nyata? Kerinduan akan perasaan ketika itu? Atau hanya permainan semata?
Entahlah, sepertinya si bodoh ini hanya ingin menikmatinya saja, karena dia bahkan tidak tau masa depannya akan seperti apa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar